Hukum Keluar Sperma Saat Puasa Ramadhan di Kitab Fathul Muin

hukum onani
hukum onani

Gmnucyberteam.com – Hukum keluar air mani atau sperma di dalam kitab Fathul Muin.

Adapun Didalam kitab Fathul mu’in dikatakan sebagai berikut,

a. Jika keluar mani karena disebabkan mubasyaroh (bersentuhan kulit tanpa jima’), seperti sebab onani, masturbasi dsb (keluar mani dengan disengaja), maka hukum puasanya batal.

b. Jika tidak disengaja (bukan karena bersentuhan kulit), seperti Ihtilam (mimpi basah) hukum puasanya tidak batal.

حاشية الباجوري (ج 1/ص292)
(و) السادس (الإنزال) وهو خروج المني (عن مناشرة) بلا جماع محرما كان كإخراجه بيده أوغير محرم كإخراجه بيد زوجته أوجاريته واحترز بمباشرة عن خروج المني بالإحتلام فلاإفطار فيه

Yang nomor enam dari hal-hal yang membatalkan puasa ialah Inzal, yaitu keluar mani sebab mubasyaroh (bersentuhan kulit) dengan tanpa jima’, baik dengan cara yang diharamkan, seperti mengelurkannya menggunakan tangannya sendiri atau dengan cara yang tidak diharamkan, seperti menggunakan tangan istrinya atau tangan budak perempuannya. Dan dikecualikan dari keluar mani sebab bersentuhan kulit ialah keluar mani sebab ihtilam (mimpi basah), maka secara pasti tidak membatalkan puasa.[redaksi]


Penulis : redaksi
Editor : hasan
Avatar
About redaksi 47 Articles
Tim Penulis