Gus Yusuf: Ulama Tidak Hanya Pintar Namun juga Harus Memandang Ummat dengan Kasih Sayang

Magelang, Gmnucyberteam.com – KH Yusuf Chudlori atau yang kerap disapa Gus Yusuf mengatakan bahwa ulama tidak hanya sekedar alim dan pintar, namun juga harus mampu memandang umat dengan kasih sayang.

Gus Yusuf yang diketahui sebagai Khadimul Ma’had Asrama Pelajar Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah itu menyampaikan bahwa seorang ulama itu tidak hanya sekedar alim dan pintar, tapi juga harus mampu memandang umat dengan kelembutan dan kasih sayang. Jadi Tidak gampang dalam menghukumi segala sesuatu dengan terburu-buru dan sesuai keinginannya sendiri (menuruti hawa nafsu).

“Sedangkan, Hukum itu tujuannya apa? Untuk melindungi umat.” Tanya gus yusuf.

“Jika demikian dan memang untuk melindungi umat. Maka harus dengan tatapan-tatapan kasih sayang. Coba kalau kiainya, Ulamanya marah-marah. ‘Ini haram, dan itu neraka’. Maka umat akan menjauh dan tidak akan mendekat kepada ulama,” Terang Gus Yufuf.

Ulama yang harus kita ikuti yang penuh dengan kasih sayang” tegasnya Sabtu (25/5).

“Ulama-ulama kita itu tidak cuma alim, tetapi juga betul-betul arif. Mengetahui persoalan umat. Hukum itu tidak hanya halal-haram, hitam-putih, tetapi juga harus dilandasi dengan Yanduru Ilan Naas bi Ainirrahmah (melihat manusia dengan pandangan kasih sayang),” katanya menjelaskan perbedaan antara ulama dengan ‘u-baru’ yang saat ini banyak bermunculan.

Gus Yusuf pun memberi contoh dengan sebuah kisah sosok kiai sekaligus seorang wali yang mampu dengan arif dan bijak menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh umat. Adalah Kiai Abdul Jalil, Tulung Agung yang mampu menyadarkan seorang perempuan penjaja harga diri alias pelacur.

Suatu hari Kiai Jalil didatangi perempuan yang baru saja ditinggal suaminya meninggal. Perempuan ini memiliki empat orang anak yang harus ia nafkahi. Oleh karenanya, ia datang ke Kiai Jalil untuk meminta doa agar dagangannya laris untuk menghidupi anak-anaknya.

“Pekerjaanmu apa?” tanya Kiai Jalil kepada perempuan tersebut yang tak mau memberi tahu pekerjaannya. Intinya ia minta didoakan oleh Kiai Jalil agar dagangannya laris.

Walaupun Kiai Jalil sebenarnya sudah tahu dengan profesi perempuan tersebut, namun ia tidak serta merta menyalahkan, mengharam-haramkan dan mengusirnya dari kediamannya. Ia malah mendoakan agar dagangan si perempuan tersebut laris.

“Baiklah, saya doakan nanti diamini ya? Allahumma laris,” kata Kiai Jali yang diamini oleh si perempuan dengan penuh keyakinan.

Setelah seminggu berlalu, si perempuan ini kembali lagi kepada Kiai Jalil sambil menangis. Ia meminta Kiai Jalil untuk mencabut doanya. Pasalnya, ia sudah tidak sanggup lagi melayani lelaki hidung belang yang tanpa henti datang bergantian minta untuk dilayani. Dan akhirnya, pelacur ini pun bertaubat dan meninggalkan pekerjaan yang dilarang agama tersebut.

Inilah hikmah dari kearifan dan kebijaksanaan dari sosok yang benar-benar ulama. Berbeda dengan zaman saat ini di mana mulai bermunculan orang yang tiba-tiba mengaku ulama dengan mengedepankan kemampuan berbicara dan tampilan busana, namun minim kemampuan dalam agama. [Muhammad Faizin/ana/red]

Anna Altofu Nisa

Next Post

Pengertian ilmu dan Fiqih serta Keutamaanya

Ming Mei 26 , 2019
Gmnucyberteam.com – Pengertian ilmu dan Fiqih serta Keutamaanya di dalam Kitab Ta’lim Muta’alim. Kitab Ta’limul Muta’alim ialah merupakan kitab yang masyhur di indonesia dan dipergunakan di pesantren-pesantren Nusantara untuk memberikan bimbingan kepada para santri dengan melalui kitab ini. Kitab ini adalah karya dari Syekh az-Zarnuji. A. Kewajiban Belajar. قال رسول […]
Fiqih Ilmu IstimewaFiqih Ilmu Istimewa

Follow Me