Di Status Hina Banser Didatangi Lalu Minta Maaf

pernyataan maaf warga solok penghina banser nu

SOLOK, Gmnucyberteam.com — Di status menghina Banser NU, ketika diketahui identitas dan di datangi, Pria ini kemudian minta maaf.

Pria tersebut diketahui bernama Ardhie Zondra (33) warga Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Ardhie Zondra kedapatan menulis status menghina Banser NU. Ia menulis status dengan nada ujaran kebencian. Ia menganggap banser adalah bajingan berserakan yang tidak perlu sekolah tinggi.

Dokumentasi Status Ardhie Hina Banser


“Di Negara kita kyk nya ngk perlu sekolah tinggi2 lagi.. Atau harus masuk sekolah angkatan TNI. Atau POLISI.. contoh aja bpk ini yg dari ormas banser.. Alias bajingan serakan.. sekolah cumn sampae sd.. Pi usah bisa mendapatkan bintang 3 dipundak nya.. Pi yg heran saya.. pkat bpk ini apa. Nma militer nya apa.. Trus yg gaji siapa… Dana dari mana… Pening saya mikiran bpk ini. Hae bpk yg dari banser… Negara kita ini ngk kekurangan aparat.. Selagi di negara kita ini msh ada TNI… POLRI… kami kan tetap percaya sama aparat negara kita ini.. Buat apa bpk banser harus niru2 pakaian aparat dari negara kita ini.. Klw emang klian dari banser. Klian bersorak NKRI harga mati. Trus sewaktu mau diminta dan dikirim ke papua.. Klian semua jdi menhilang… Tak ada yg mau… Dasar banser brengsek… Bilang nya NKRI harga mati.. Waktu d utus k papu… Semua pada sembunyi…. Hae banser… Negara kami masih ada yg lebih kami percaya untuk mjga NKRI. Yaitu TNI dan POLRI… Bkn dari klian semua para banser pencundang.” Tulisnya Selasa (13/8/2019) malam.

Sontak saja hal tersebut membuat kesal sahabat-sahabat banser. lalu pada Rabu (14/8/2019) pemilik akun tersebut didatangi oleh Banser satkorwil Sumatera Barat.

Kasatkorwil Banser Sumatera Barat Hafnizon mengatakan. Bahwa Ardhie ketika didatangi satkorwil banser sumatra barat mengakui bahwa status tersebut dialah yang menulis.

“Ia mengakui jika statusnya yang menghina banser adalah dirinya, dan dia kemudian meminta maaf dan menyesali perbuatanya,” Kata Hafnizon.

Lebih lanjut, Hafnizon mengungkapkan. Pelaku ketika diinterogasi mengaku iseng dan ia merasa bahwa informasi mengenai Banser yang ia dapatkan di media sosial ternyata keliru.

“Saya amat keliru memandang banser karena informasi yang didapatkan di media sosial, kini saya tau dan saya tidak akan mengulanginya lagi. Bahkan kedepannya saya siap untuk membantu Banser NU,” Jelas Hafnizon seperti yang dikatan Ardhie.

Adanya kejadian ini, Hafnizon mengimbau kepada pengguna media sosial untuk bijak menggunakannya.

“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat menghina dan melakukan caci maki, bijaklah dalam menggunakannya. Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran untuk semuanya,” Tutur Hafnizon.


Penulis : hasan
Editor : hasan
Avatar
About hasan 7 Articles
Penulis