Ada Upaya Ingin Mengganti NU dengan Nama Nahdlatul Ummat

GMNUCyberteam.Com – Beredar Screenshoot mengenai sebuah WAG bernama HSI (Himpunan Santri Indonesia) yang ingin mendrikan organisasi bernama “Nahdlatul Ummat”.

Dalam sebuah pesan di Wag (Whatsapp Group) HSI yang ditulis oleh salah satu pengguna Whatsapp bernama “Patih Gajah Mada” inipun terlihat jelas dan bukan editan.

Dia menyatakan telah mendirikan organisasi bernama “Nahdlatul Ummat” dengan tulisan seperti berikut:

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Telah dirintis organisasi islam bernama Nahdlatul Ummat.

Lebih lanjut, bahkan dia mengatakan akan membentuk kordinator di setiap kabupaten kota diseluruh indonesia yang dinamai dengan nama pada Umumnya yakni Korwil.

Bahkan ia meminta kepada anggota di Wag itu supaya Mengisi Identitas diri dan Nomer Telepon.

Selain itu tujuan dari mendirikan organisasi ini adalah untuk mendirikan dan menegakkan khilafah.

Akun Patih Gajah Mada Itu dengan pedenya mengatakan, Nahdlatul Ummat sebagai Penegak Khilafah dibumi dan juga diselingi Takbir “Allahu Akbar”.

Ternyata sepeninggal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dinyatakan dilarang oleh pemerintah, masih ada akar-akar atau pengikut yang masih gentayangan.

Untuk itu nahdliyin harus bersatu dan jangan sampai lengah, seperti yang dikatakan Rais ‘Aam PBNU K.H Miftahul Akhyar saat menghadiri acara Konsolidasi Nasional PP Fatayat NU.

Rais ‘Aam PBNU, KH Miftakhul Ahyar menyampaikan bahwa dari waktu ke waktu, termasuk saat ini, banyak pihak yang memusuhi NU dan juga menginginkan agar NU hilang.

“Hingga saat ini banyak pihak yang ingin menghilangkan NU dan memusuhi NU. Maksud dari ini semua adalah agar mereka bisa menggeser NU dan menggantikan NU, maka Nahdliyin harus menjaga persatuan dan jangan mudah dipecah belah dengan segala provokasi dan propaganda yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu,” Ucap K.H. Muftahul Akyar.

Lebih lanjut, Upaya menjaga persatuan ditegaskannya sebagai menjaga khittah NU. Sebaliknya, jika warga NU diam saja padahal sudah tahu ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan NU melalui pecah belah, hal itu sebagai pembiaran terhadap khittah NU.

“Aswaja dihancurkan, lalu kita diam, apa ini namanya khittah? Dicuci otakya, dihancurkan Aswaja, dinafikan hasil jerih payah perjuangan kita, dan justru diam, kitalah yang melanggar khittah,” paparnya.

Rais ‘Aam menyebutkan menjaga persatuan adalah juga sesuai AD/ART NU. “Pengurus NU menjaga persatuan jangan sampai terpecah, itu kewajiban,” tegasnya.[darmuji]

Darmuji

Next Post

Memperkokoh Pengkaderan Di Lembah Kedung Bolong

Ming Mei 5 , 2019
Gedangsari, Gmnucyberteam.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gedangsari melaksanakan Diklatsar Banser yang dimulai tanggal 3-5 mei 2019. Lokasi yang dipilih berada di lembah tepatnya di kedung bolong daerah kayen Sampang Gedangsari. Adapun pemilihan lokasi yang sangat sulit untuk akses baik transportasi maupun sinyal tersebut bertujuan agar peserta lebih fokus mengikuti […]
IMG 20190505 WA0056IMG 20190505 WA0056

Follow Me